Sabtu, 26 Desember 2015

KEBIJAKAN KURIKULUM

BAB 1
PENDAHULUAN

1.      Latar blakang
Pendidikan nasional kita masih menghadapi berbagai macam persoalan. Persoalan itu memang tidak akan pernah selesai, karena substansi yang ditransformasikan selama proses pendidikan dan pembelajaran selalu berada di bawah tekanan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemajuan masyarakat. Salah satu persoalan pendidikan kita yang masih menonjol saat ini adalah adanya kurikulum yang silih berganti dan terlalu membebani anak tanpa ada arah pengembangan yang betul-betul diimplementasikan sesuai dengan perubahan yang diinginkan pada kurikulum tersebut.


2.      Rumusan masalah
a.       Pengertian kurikulum..?
b.      Fungsi kurikulum …?
c.       Jenis kurikulum..?
d.      Tujuan kurikulum..?
e.       Kebijakan kurikulum ?

2.  Tujuan
 Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah :
hui kebijakan kurikulum di Indonesia

3.  Manfaat
Makalah ini disusun dengan harapan dapat bermanfaat :
Untuk menambah wawasan mahasiswa tentang kurikulum, terutama dalam kajian bahasa.
Untuk bahan reverensi bagi siapa saja yang tertarik pada kurikulum



BAB 2
PEMBAHASAN

1.     Pengertian Kurikulum
Kurikulum adalah progam pendidikan yang disediakan oleh lembaga pendidikan bagi peserta didk. Kurikulum juga berbentuk segala pengalaman pendidikan yang diberikan oleh lembaga pendidik kepada seluruh peserta didik baik dilakukan dalam lembaga maupun diluar lembaga pendidikan.
Menurut UU no 20 tahun 2003, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan isi dan juga bahan pembelajaran sebagai pedoman kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

2.     Fungsi Kurikulum
Dilihat dari sisi pengembangan kurikulum (guru) kurikulum mempunyai fungsi sebagai berikut:
Ø  Fungsi preventif

Yaitu mencegah kesalahan pengembang kurikulum terutama dalam melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan rencana kurikulum.

Ø  Fungsi korektif

Yaitu mengkoreksi dan membetulkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pengembang kurikulum dan melaksanakan kurikulum.

Ø  Fungsi konstruktif
Yaitu memberikan arah yang jelas bagi para pelaksana dan pengembang kurikulum untuk membangun kurikulum yang lebih baik pada masa yang akan dating








          Dilihat dari sisi pengembangan kurikulum terhadap siswa fungsi kurikulum dapat dibagi enam:

Ø  Fungsi penyesuaian

Yaitu mengarahkan siswa untuk mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar.



Ø  Fungsi integrasi
Yaitu sebagai alat pendidikan yang harus mamapu menghasilkan pribadi yang baik.

Ø  Fungsi diferensiasi
Yaitu harus mampu memberi pelayanan terhadap perbedaan setiap individu siswa.

Ø  Fungsi persiapan
Mempersiapkan siswa untuk melanjutkan kejenjeng studi berikutnya.

Ø  Fungsi pemilihan
Yaitu memberi kesempatan pada siswa untuk program belajar yang diminatinya.

Ø  Fungsi diagnostic
Yaitu harus mampu membuat siswa memahami potensi yang dimilikinya.




                  









a)     Fungsi kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendididkan
Fungsi kurikulum dalam pendidikan tidak lain merupakan alat untuk mencapai tujuan pendididkan.dalam hal ini, alat untuk menempa manusia yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pendidikan suatu bangsa dengan bangsa lain tidak akan sama karena setiap bangsa dan Negara mempunyai filsafat dan tujuan pendidikan tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai segi, baik segi agama, idiologi, kebudayaan, maupun kebutuhan Negara itu sendiri. Dengan demikian, dinegara kita tidak sama dengan Negara-negara lain, untuk itu, maka:
  1. Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional,
  2. Kuriulum merupakan program yang harus dilaksanakan oleh guru dan murid dalam proses belajar mengajar, guna mencapai tujuan-tujuan itu,
  3. Kurikulum merupakan pedoman guru dan siswa agar terlaksana proses belajar mengajar dengan baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

b)    Fungsi kurikulum bagi sekolah yang bersangkutan
            Kurikulum Bagi Sekolah yang Bersangkutan mempunyai fungsi sebagai berikut:
  1. Sebagai alat mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan
  2. Sebagai pedoman mengatur segala kegiatan sehari-hari di sekolah tersebut, fungsi ini meliputi:
    • Jenis program pendidikan yang harus dilaksanakan
    • Cara menyelenggarakan setiap jenis program pendidikan
    • Orang yang bertanggung jawab dan melaksanakan program pendidikan.

c)     Fungsi kurikulum yang ada di atasnya
  1. Fungsi Kesinambungan. Sekolah pada tingkat atasnya harus mengetahui kurikulum yang dipergunakan pada tingkat bawahnya sehingga dapat menyesuaikan kurikulm yang diselenggarakannya.
  2. Fungsi Persiapan Tenaga. Bilamana sekolah tertentu diberi wewenang mempersiapkan tenaga guru bagi sekolah yang memerlukan tenaga guru tadi, baik mengenai isi, organisasi, maupun cara mengajar.





d)    Fungsi Kurikulum Bagi Guru
Guru tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana kurikulum sesuai dengan kurikulum yang berlaku, tetapi juga sebagai pengembangan kurikulum dalam rangaka pelaksanaan kurikulum tersebut.

e)     Fungsi Kurikulum Bagi Kepala Sekolah
Bagi kepala sekolah, kurikulum merupakan barometer atau alat pengukur keberhasilan program pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Kepala sekolah dituntut untuk menguasai dan mengontrol, apakah kegiatan proses pendidikan yang dilaksanakan itu berpijak pada kurikulum yang berlaku.

f)      Fungsi Kurikulum Bagi Pengawas (supervisor)
Bagi para pengawas, fungsi kurikulum dapat dijadikan sebagai pedoman, patokan, atau ukuran dan menetapkan bagaimana yang memerlukan penyempurnaan atau perbaikan dalam usaha pelaksanaan kurikulum dan peningkatan mutu pendidikan.

g)     Fungsi Kurikulum Bagi Masyarakat
Melalui kurikulum sekolah yang bersangkutan, masyarakat bisa mengetahui apakah pengetahuan, sikap, dan nilai serta keterampilan yang dibutuhkannya relevan atau tidak dengan kurikulum suatu sekolah.

h)    Fungsi Kurikulum Bagi Pemakai Lulusan
Instansi atau perusahaan yang mempergunakan tenaga kerja yang baik dalamarti kuantitas dan kualitas agar dapat meningkatkan produktivitas.







3.     Tujuan Kurikulum

Tujuan kurikulum pada dasarnya merupakan tujuan setiap program pendidikan yang diberikan kepada anak didik, Karena kurikulum merupakan alat antuk mencapai tujuan, maka kurikulum harus dijabarkan dari tujuan umum pendidikan. Dalam sistem pendidikan di Indonesia tujuan pendidikan bersumber kepada falsafah Bangsa Indonesia. Di Indonesia ada

4 tujuan utama yang secara hirarki sebagai baerikut:
a.      Tujuan Nasional
 Dalam Undang-undang No. 2 tahun 1980 tentang sistem Pendidikan Nasional rumusan tujuan pendidikan nasional disebutkan Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan. Kesehatan asmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tariggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Dari tujuan nasional kemudian dijabarkan ke dalam tujuan insitusional/ lembaga, tujuan kurikuler, sampai kepada tujuan insfruksional dengan penjabaran sebagai berikut.


b. Tujuan Intitusional
Tujuan institusional adalah tujuan yang harus dicapai oleh suatu lembaga pendidikan, umpamanya MI. MTs, MA, SD, SMP, SMA, dan sebagainya. Artinya apa yang harus dimiliki anak didik setelah menamatkan lembaga pendidikan tersebut, Sebagai contoh, kemampuan apa yang harus dimiliki anak didik setelah menamatkan lembaga pendidikan iersebut. Sebagai contoh, kemampuan apa yang diharapkan dimiliki oleh anak yang tamat MI, MTs, atau Madrasah Aliyah. Rumusan tujuan institusional harus merupakan penjabaran dan tujuan umum (riasional), harus memiliki kesinambungan antara satu jenjang pendidikan tinggi dengan jenjang Iainnya (MI, MTs, dan MA sampal ke IAIN/ perguruan tinggi). Tujuan institusional juga harus memperhatikan fungsi dan karakter dari lembaga pendidikannya, seperti lembaga pendidikan umum, pendidikan guru dan sebagainya




c. Tujuan Kurikuler
 Tujuan kurikuler adalah penjabaran dan tujuan kelembagaan pendidikan (tujuan institusiorial). Tujuan kurikuler adalah tujuan di bidang studi atau mata pelajaran sehingga mencerminkan hakikat keilmuan yang ada di dalamnya. Secara oerasional adalah rumusan kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki anak didik setelah mempelajari suatu mata pelajaran atau bidang studi tersebut.

d.      Tujuan Instruksional
 Tujuan instruksional dijabarkan dari tujuan kurikuler. Tujuan ini adalah tujuan yang langsung dihadapkan kepada anak didik sebab hrus dicapai oIeh mereka setelah menempuh proses belajar-mengajar. Oleh karena itu tujuan instruksional dirumuskan sebagai kemampuan-kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki oleh anak didik setelah mereka menyelesaikan proses belajar-mengajar. Ada dua jenis tujuan institusional, yaitu tujuan instruksional umum (TIU) dan tujuan instruksional khusus (TIK). Perbedaan kedua tujuan tersebut terletak dalam hal kemampuan yang diharapkan dikuasai anak didik. Pada TIU sifatnya lebih luas dan mendalam, sedangkan TIK lebih terbatas dan harus dapat diukur pada saat berlangsungnya proses belajar-mengajar. Dengan demikian TIK harus lebih operasional dan mudah dilakukan pengukuran





4. Macam Macam Kurikulum

Ditinjau dari konsep dan pelaksanaannya, kita mengenal beberapa istilah kurikulum sebagai berikut:
                    
1.      Kurikulum ideal, yaitu kurikulum yang berisi sesuatu yang ideal, sesuatu yang dicita-citakan sebagaimana yang tertuang di dalam dokumen kurikulum

2.       Kurikulum aktual, yaitu kurikulum yang dilaksanakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Kenyataan pada umumnya memang jauh berbeda dengan harapan. Namun demikian, kurikulum aktual seharusnya mendekati dengan kurikulum ideal. Kurikulum dan pengajaran merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan. Kurikulum merujuk kepada bahan ajar yang telah direncanakan yang akan dilaksanakan dalam jangka panjang. Sedang pengajaran merujuk kepada pelaksanaan kurikulum tersebut secara bertahap dalam belajar mengajar.

3.      Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum), yaitu segala sesuatu yang terjadi pada saat pelaksanaan kurikulum ideal menjadi kurikulum faktual. Segala sesuatu itu bisa berupa pengaruh guru, kepala sekolah, tenaga administrasi, atau bahkan dari peserta didik itu sendiri. Kebiasaan guru datang tepat waktu ketika mengajar di kelas, sebagai contoh, akan menjadi kurikulum tersembunyi yang akan berpengaruh kepada pembentukan kepribadian peserta didik.










a.      Berdasarkan struktur dan materi mata pelajaran yang diajarkan, kita dapat membedakan:

1.       Kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum), kurikulum yang mata pelajarannya dirancang untuk diberikan secara terpisah-pisah. Misalnya, mata pelajaran sejarah diberikan terpisah dengan mata pelajaran geografi, dan seterusnya.

2.       Kurikulum terpadu (integrated curriculum), kurikulum yang bahan ajarnya diberikan secara terpadu. Misalnya Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan fusi dari beberapa mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, dan sebagainya. Dalam proses pembelajaran dikenal dengan pembelajaran tematik yang diberikan di kelas rendah Sekolah Dasar. Mata pelajaran matematika, sains, bahasa Indonesia, dan beberapa mata pelajaran lain diberikan dalam satu tema tertentu.

Kurikulum terkorelasi (corelated curriculum), kurikulum yang bahan ajarnya dirancang dan disajikan secara terkorelasi dengan bahan ajar yang lain.

b.      Berdasarkan pengembangnya dan penggunaannya, kurikulum dapat dibedakan menjadi:

1.       Kurikulum nasional (national curriculum), yakni kurikulum yang disusun oleh tim pengembang tingkat nasional dan digunakan secara nasional.

2.      Kurikulum negara bagian (state curriculum), yakni kurikulum yang disusun oleh masing-masing negara bagian, misalnya di masing-masing negara bagian di Amerika Serikat.

3.      Kurikulum sekolah (school curriculum), yakni kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan sekolah. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum sekolah. Kurikulum sekolah lahir dari keinginan untuk melakukan diferensiasi dalam kurikulum.



5. Kebijakan Kurikulum Di Indonesia

Sudah dari 1945 tahun Indonesia merdeka dan sejak itu pula pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud), melakukan 11 kali pergantian kurikulum pendidikan nasional. Kurikulum tahun 1947, yang disebut dengan Rencana Pelajaran Dirinci Dalam Rencana Pelajaran Terurai, terimplementasi selama 17 tahun dan mengalami perubahan pada tahun 1964, dengan kurikulum yang disebut dengan Rencana Pendidikan Dasar yang hanya terimplementasi selama 4 tahun. Lalu, tahun 1968, dengan Kurikulum Sekolah Dasar yang diubah pada tahun 1974, dengan Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan dan hanya 1 tahun kemudian, yaitu tahun 1975, diubah kembali menjadi Kurikulum Sekolah Dasar.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Mohammad Nuh, mengklaim Kurikulum 2013 memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kurikulum KTSP tahun 2006 (kompas.com 11 Maret 2013). Keunggulan itu, antara lain, pertama, jika menurut Kurikulum KTSP mata pelajaran ditentukan dulu untuk menetapkan standar kompetensi lulusan, maka Kurikulum 2013 pola pikir itu dibalik. Kedua, kurikulum baru 2013 memiliki pendekatan yang lebih utuh dengan berbasis pada kreativitas siswa. Kurikulum baru memenuhi tiga komponen utama pendidikan, yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap. Ketiga, kurikulum baru tersebut didisain agar terdapat hubungan yang berkesinambungan antara kompetensi yang ada di SD, SMP hingga SMA
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Mohammad Nuh, mengklaim Kurikulum 2013 memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kurikulum KTSP tahun 2006 (kompas.com 11 Maret 2013). Keunggulan itu, antara lain, pertama, jika menurut Kurikulum KTSP mata pelajaran ditentukan dulu untuk menetapkan standar kompetensi lulusan, maka Kurikulum 2013 pola pikir itu dibalik. Kedua, kurikulum baru 2013 memiliki pendekatan yang lebih utuh dengan berbasis pada kreativitas siswa. Kurikulum baru memenuhi tiga komponen utama pendidikan, yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap. Ketiga, kurikulum baru tersebut didisain agar terdapat hubungan yang berkesinambungan antara kompetensi yang ada di SD, SMP hingga SMA.

Jika melihat penjelasan dari Menteri di atas, kita agak sedikit mengerutkan dahi untuk bisa mencerna dan memahami letak perbedaan-perbedaan yang signifikan antar kurikulum tersebut.
Kebanyakan, letak perbedaannya bukanlah pada hakikat dari konsep kurikulum, namun pada sisi praktis dan teknis. Seperti misalnya, pada kurikulum berbasis kompetensi (2004), yang sebetulnya cukup ideal untuk bisa diterapkan karena secara prinsip menyentuh pada tiga aspek pendidikan yang menyentuh siswa secara psikologis dan intelektual, yaitu sisi kognitif, afektif dan motorik.

Ketiga sisi tersebut sebetulnya tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan apa yang dimaksud dengan tiga komponen utama pendidikan, yaitu pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (motorik). Namun yang membedakan menurut menteri pendidikan adalah kesinambungan antara kompetensi yang ada di sd, smp hingga sma. Ini berarti, seharusnya setiap kegiatan belajar mengajar, di setiap level, haruslah mempersiapkan siswa didik agar mampu menguasai kompetensi pada level pendidikan yang lebih tinggi.


















BAB 3
PENUTUP

1.     Kesimpulan

Kurikulum adalah progam pendidikan yang disediakan oleh lembaga pendidikan bagi peserta didk. Kurikulum juga berbentuk segala pengalaman pendidikan yang diberikan oleh lembaga pendidik kepada seluruh peserta didik baik dilakukan dalam lembaga maupun diluar lembaga pendidikan.
Dilihat dari sisi pengembangan kurikulum (guru) kurikulum mempunyai fungsi : Fungsi preventif ,Fungsi korektif, Fungsi konstruktif, Fungsi penyesuaian, Fungsi integrasi, Fungsi diferensiasi, Fungsi persiapan, Fungsi pemilihan, Fungsi diagnostic. Tujuan kurikulum pada dasarnya merupakan tujuan setiap program pendidikan yang diberikan kepada anak didik, Karena kurikulum merupakan alat antuk mencapai tujuan, maka kurikulum harus dijabarkan dari tujuan umum pendidikan. Dalam sistem pendidikan di Indonesia tujuan pendidikan bersumber kepada falsafah Bangsa Indonesia.


MAKASIH
DIAN SAFIRA
RIZKA TEGUH KUARA 


4 komentar:

  1. Balasan
    1. loh tuduhanya kak, hem kajian klas kok,! selebihnya saya tidak tau (maaf) tidak nge cek pasar dulu.

      Hapus
  2. Terima kasih... !
    Referensi yang bagus... !
    Smg banyak manfaatnya...!
    Aamiin... !

    BalasHapus
  3. Terima kasih... !
    Referensi yang bagus... !
    Smg banyak manfaatnya...!
    Aamiin... !

    BalasHapus